Mendengar kata Terunyan, banyak orang akan langsung berpikir tentang mayat, kuburan, atau tengkorak, memang benar terunyan itu identik dengan kuburan dan jenasah. Tapi jangan ngeri atau takut dulu, karena kuburan dan jenasah di desa terunyan inilah yang menjadi salah satu obyek wisata andalan Bali, sehingga banyak wisatawan baik lokal, domestik maupun manca negara yang berkunjung kesini.
Dikarenakan jenasah orang yang sudah meninggal di desa terunyan ini tidak dikubur, melainkan cuman digeletakan begitu saja diatas tanah kuburan di bawah pohon taru menyan dengan hanya di tutupi ancak saji yaitu potongan bambu seperti pagar tanaman. Dan uniknya lagi tidak tercium bau sama sekali dari jenasah-jenasah tersebut, yang menurut orang terunyan ini dikarenakan oleh wangi dari pohon taru menyan yang menetralisir dari bau mayat tersebut.
Desa Terunyan sendiri terletak di kecamatan Kintamani, kab.Bangli,Bali. Tepatnya di kaldera gunung Batur, di sisi sebelah timur antara pinggir danau batur dan lereng bukit abang. Untuk menuju ke desa terunyan ini, bisa melalui darat namun dengan medan jalan yang cukup sulit (akses jalan cuma sampai di desa terunyan saja), butuh sekitar 30 menit dari penelokan (gerbang masuk obyek wisata kintamani) dan sekitar 2 jam 30 menit dari Denpasar. Sedangkan kalau lewat danau kita bisa langsung menuju keburan terunyan melalui dermaga 1 (desa Kedisan) kira-kira 25 menit penyebrangan dengan perahu boat, dan juga bisa dari dermaga 2 (desa terunyan) kira-kira 10 menit dengan perahu boat dan 25 menit dengan perahu dayung.
Jumat, 14 Maret 2014
Penyebrangan ke Terunyan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar